Home

Selasa, 05 Juli 2016

Idul Fitri dan keramahan budaya Lokal

Lebaran Idul Fitri tinggal menghirung hari, dimana seorang muslim yang menjalankan puasa sebulan penuh,berjuang, sebuah peperangan yang lebih besar dari apapun menurut Rasulullah, yakni melawan hawanafsu, maka setelah itu tibalah mereka menyambut hari yang disebut hari kemenangan. Secara bahasa, Idul fitri adalah salah satu hari besar agama islam, setelah hari raya idul adha dan hari jumat. Biasanya, hari raya ini diawali dengan budaya "padusan" (mandi besar dalam bahasa jawa) yang dimaksudkan untuk mensucikan dan membuang kebiasaan-kebiasaan buruk atau dosa dimasa lalu, harapannya menjadi sosok manusia baru seperti bayi yang masih suci.
Indonesia dengan jumlah pemeluk agama islam terbesar, mempunyai caranya sendiri untuk merayakan hari besar ini. Seperti menyiapkan kue yang bermacam-macam menurut kearifan budaya, merias dan membersihkan semua isi rumah, baju baru sampai mudik serta kebiasaan kupatan (hari raya ketupat) pada hari ke-4 lebaran.

Minggu, 19 April 2015

Korpri Lusuh


Sebuah baju tertengger di atas jemuran, kemudian tersimpan rapi di gantungan lemari. Berjajar dan berhimpit satu dengan yang lain. Pada awalnya mereka sama, lalu diberi warna dan corak, sehingga terlihat berbeda, dan pada ahirnya akan sangat terlihat berbeda seberapa bermanfaat baju-baju tersebut untuk orang lain.

Sebuah prolog dari masa lalu, ketika penulis merasakan arti sebuah "baju". Ketika tiga tahun lalu diangkat menjadi tenaga kerja harian lepas penyuluh pertanian, baju kepegawaian melekat erat dalam tubuh kecil mungil ini. Tiga tahun pula, segala proses pengabdian kepada masyarakat penulis lakukan hanya untuk kepuasan hati. Karna keberhasilan tidak dapat diukur oleh nilai kuantitas.

Dalam beberapa tahun terakhir, penulis mengerti satu hal, bahwa Penyuluh adalah pekerjaan sosial, yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang memilih untuk mengabdi, bukan untuk orang-orang yang berorientasi materi. Karna kerja meraka seperti dokter, ketika dibutuhkan mereka harus siap (24 Jam). Jam kerja Penyuluh adalah ketika petani membutuhkan bantuan, bukan seperti pegawai (kantoran) berangkat pagi pulang malam dan sabtu minggu datang. Ini disebabkan, karna penyuluh merupakan pembawa perubahan berupa inovasi-inovasi serta partner kerja petani. Penyuluh harus dapat membaur bersama rekan kerja dilapangan, sehingga sekat-sekat budaya, pengetahuan, jabatan, informasi harus sebesar mungkin dihilangkan. Sebab jika hal tersebut masih ada, akan menjadi dinding pemisah antar rekan kerja. Namun tidak jarang orang-orang yang bertugas seperti saya memilih tidur, duduk-duduk sambil ngopi di kantor, sesekali meraka menyentil petani dari pada membawa perubahan besar untuk kemajuan pertanian nasional, dan parahnya lagi hal tersebut merupakan mental-mental struktural yang hidup dalam lingkaran setan.

Jika dilihat dari sudut pandang global, hal tersebut tidak hanya terjadi dalam satu satuan dinas saja, namun hampir seluruh pemakai baju suci korpri tidak mampu membawa diri dalam lingkungan taman surga semu. Pelayan-pelayan masyarakat ini justru seperti sipir penjara, yang memang harus membina para tahanan, atau jika meminjam istilah pak Basuki (Ahok) ini lah preman yang mempunyai Sk. Penulis Fikir, tulisan ini mewakili masyarakat keseluruhan, dimana pada tempat-tempat pelayanan pemerintah masyarakat tidak diperlakukan dengan baik, bahkan ada suatu anekdot umum didalam birokrat "jika bisa diperlama, kenapa dipercepat". Senyum kecut ini mengartikan bahwa, ini negara atau penajajah.

Sekarang penulis mengajak berimajinasi, berangan-angan betapa indahnya jika semua aparatur atau stakeHolder mempunyai kesadaran dan disiplin posisi. Semua kebutuhan masyarakat dapat dilayani dengan cepat tanpa harus mengluarkan selembar kertas yang dicari dari cucuran keringat, seseorang tua renta yang memakai baju lusuh mendapat salam senyum sapa bak pejabat dengan emas berliannya di kantor-kantor negara. Pajak negara digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan negara, membangun insfrastruktur sehingga perekonomian dapat lebih berkembang. SDM sebagai penggerak roda negara dapat mengeluarkan terobasan serta inovasi yang mampu merubah peradaban yang lebih baik. Setiap orang membawa angin segar dengan ide-ide berliannya. Karena orang-orang didalamnya bukan diambil dari seberapa tebusan untuk menjadi pegawai, tapi memang mereka berkopeten dibidangnya, sekali lagi, bukan anak pejabat dan bukan yang banyak uang, apa lagi hasil dari penjualan sawah ladang agar menjadi Pegawai Negri Sipil, tapi memang orang-orang ini mampu dan mau. Maka terlihatlah right man in the right pleace. ini masyarakat yang makmur.
dan inilah arti dari korpri lusuh. 
baju teteplah baju, dari bahan yang sama dan akan berujung pada tempat yang sama pula
meraka akan terlihat berbeda jika mempunyai selembar arti untuk membawa perubahan, sekecil apapun itu 
namun jika tidak, mereka pun sama seperti sampah dan kain pel.
maka berilah arti pada apa yang kau kenakan. 

Maka pesan penulis, siapapun pembaca dan dimanapun itu, setiap seragam kerja mempunyai tanggung jawab besar di pundak pemakai, maka resapi itu dengan hati dan lakukan pekerjaan pembaca dengan penuh rasa tanggung jawab pula.

Minggu, 22 Februari 2015

cinta is love


cinta itu rasa gelisah yang datang dari hati, lalu memerintahkan akal untuk berbuat lebih dari yang biasanya. keberadaanya seringkali d tunggangi oleh hasrat manusiawi yang tidak jarang mencidrai nilai-nilai cinta itu sendiri. ketika rasa gelisah itu datang, detak jantung mulai berdentang, memberikan gerakan yang tanpa disadari, lupa diri lalu membawa pada hal-hal yang menggelikan. aku membawa cinta kemanapun aku pergi, saat membaca, saat bertatap dengan seorang wanita renta, saat bersama dengan cinta-cinta yang lain.

cinta menghubungkan antara satu orang dengan orang yang lain, membawa mereka pada aurora yang terindah. seperti taman yang menghamburkan wewangian disetiap sudutnya, tidak memberikan celah pada kebencian untuk hinggap. buat apa cinta ditunggu, apalagi dicari, karena cinta ada dimana-mana. dia berada dihati mu yang paling datang, walau sering engkau tutupi. disana mereka tumbuh atau menjadi kerdil. namun disetiap nafas yang engkau rasakan, cinta tetap ada didalam hati yang terdalam.
saat aku menulis ini, cinta tumbuh didalam hati, menghubungkan aku dan istriku, sebagai raja dan ratu kehidupan ini.

Bab baru dimulai, menikmati setiap detik dengan perjuangan yang tak berujung, setiap frekuensi cahaya yang aku rasakan, setiap peluh yang tercucur, adalah buah dari cinta kami. seakan dunia kuserahkan untuk ratu yang setiap malam menemani malam panjang ku. lelah adalah sudut gelap yang tidak akan mungkin terasa, karena cinta mengisi sudut-sudut gelap itu. keagungan cinta inilah yang menghantarkan pada semangat yang berapi, meyembuhkan luka dan memberi sandaran pada kelemahan hati.
kadang, teriakan-teriakan mengatasnamakan seperti butiran nyinyir ditelinga, seperti raungan rusa yang terkena jeratannya sendiri. rasa patah hati, keputus asaan adalah lagu kekalahan diri. karena kebencian menjerat hati, memberi ruang lebih pada kebencian. dan cinta menjadi kerdil dan layu.
pergilah ke bandara, duduk dan lihatlah, kau akan merasakan cinta disekeliling mu. tatapan mata, senyuman, pelukan-pelukan dan tangis bahagia, cinta mengisi ruang-ruang gelap diantara meraka, memberikan keindahan yang tidak ternilai.
maka, bawalah cinta dimanapun engkau berada, karena cinta adalah ketulusan hati untuk berbagi, memberi dan menerima.
aku datang untuk cinta, memberikan ketulusan kepada setiap senyuman
terimakasih cinta, karena engaku
kini aku ada

R.I.P pergerakan mahasiswa



“siapa saja yang ingin membubarkan HMI, langkahi mayat saya terlebih dahulu.” Jend. A.Yani
sebuah kalimat berani

dari jendral yg tidak takut mati
penyataan itu bukan puisi pribadi
namun intuisi seorang infantri

perjuangan pergerakan mahasiswa
adalah secercah titik cahaya
menjadi simbol dari rakyat, yang melawan penguasa
keringat, memar, peluru hingga mati rasa

ini bukan sekedar cerita tanpa makna
tapi refleksi untuk mahasiswa yang tumpul dan tak berdaya
karena sekarang mereka lebih senang hidup di goa
pakai sarung dan bersolek di depan kaca
dari pada turun ke jalan membawa bendera
atau berkarya lewat tetesan tinta

mungkin sudah waktunya mengganti mars mahasiswa
yang di sebut pewaris peradaban
yang telah menggoreskan
sebuah catatan kebanggan
yang katanya dulu merindukan kejayaan
lalu turun kejalan
sekarang hanya tinggal buih dalam lautan
mana sumpah mahasiswa mu
yg dulu di teriakan lewat tangis dan pilu
sesekali tongkat aparat mendarat linu
sampai kata merdeka terlihat sayu

kami prihatin ..
agent of change hanya pembawa tongsis kliling

thank's to

assalaamu'alaikum wr wb

Segala ucapan syukur penulisucapakan kepada Allah SWT, karena rahmat dan kasih sayangNya lah, setiap kata demi kata dapat tercurahkan hingga menjadi rentetetan kalimat yang bermakna, menjadi miniatur hidup yang dapat bermanfaat bagi kita semua.aamiin
Kedua, tidak lupa pula, penulis mengajak pembaca yang budiman bersholawat atas nabi besar, neabi penutup jaman, sauri tauladan, yang mengajari prinsip hidup tentang idealisme, beliau adalah Rasulullah Muhammad saw.

Sudah sekian lama blog ini tidur dalam kehangatan waktu yang kian memburu. Kemudian bangun dalam kegamangan, mungkin dulu memang sudah mandul dalam berwacana, atau memang kekeliruan sudah berwajah kebaikan, sehingga blogger ramaisme menjadi berlumut dan tenggelam. Namun kini alam seakan membangunkan penulis untuk menghunuskan pedang pada topeng-topeng semu. Membunuh kepalsuan yang kiam menjamur, membuka tabir surya agar sudut yang terdalam dapat kita lihat bersama. Maka dalam kesempatan kali ini, ijinkan penulis memberi ucapan terima kasih kepada ;
1. Alam yang semakin rusak
2. Kepalsuan yang menjamur
3. Keadaan sosial yang semakin jauh dari norma dan kedinamisan
4. kesadaran berfikir dan berbuat untuk sekitar dan bangsa

Inilah ramaisme, sebuah catatan yang lahir dari kegamangan sosial
ikuti simak dan mari berdiskusi
saya prof dari dunia ramaisme siap membantu pembaca agar semakin tidak jelas

Minggu, 27 April 2014

Dua Perkara : Benar dan Salah

Assalaamu'alaikum wr wb
Lama rasanya tidak menyapa huruf-huruf di keybord komputer ini, walau laptop pinjamandari istri :D, namun kerinduan untuk bersendagurau dengan "kata-kata" sudah begitu akut rasanya, seperti ratusan, bahkan ribuan tahun.
Kerinduan ini semakin menjadi tatkala dunia menggenggam logika yang dulu menari indah di petikan huruf. Analogi seperti fanatisme yg mengurung pemikiran, memenjarakannya lalu mati tersiksa, penulis rasa kita bukan kaum yang memenjarakan sesuatu, tapi membebaskan sesuatu.
Perjalanan hidup tidak lepas dari istilah "bebas", membebaskan laju pikiran, hati, gerak tubuh dan berbagai tujuan hidup, mimpi yang akan diraih. Membebaskan pikiran berarti menerima segala macam bentuk pengatahuan sebagai bahan mentah yang nantinya akan kita intergralkan bersama pengetahuan yang lain sebagai dasar kebenaran.
Kemudian, apakah kebenaran yang sudah kita yakini selama ini adalah kebenaran hakiki? kebenaran yang sudah tidak dapat lagi ragukan seperti kebenaran tentang ke-Esa-an Tuhan?
Penulis rasa tidak. Sebab, kebenaran asumsi, opini manusia yang kemudian berevolusi menjadi teori merupakan kebenaran bersifat relatife. Artinya, kebenaran-kebenaran yang kita yakini sekarang merupakan kebenaran sementara. Contoh kasus seperti teori darwin tentang teori evolusi yang pada akhirnya runtuh oleh Harun Yahya.

Kebenaran manusia adalah kebenaran subjektif
dan definisi kebenaran adalah berbicara tentang batasan pengetahuan manusia tentang sesuatu.

Sering kali, kita melihat keributan disana-sini, dari ranah besar sampai skup yang paling kecil. Dari perang dunia yang menggap itu adalah bentuk penyatuan dunia untuk perdamaian, klaim-klaim batas wilayah negara, Demonstrasi, keributan sekolah sampai ke rumah tangga. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali kasus yang masih berkutat pada benar dan salah, tentang etika yang tidak berlaku umum, ujian sekolah, ilmu pengetahuan dan segala macam keributan. Hal-hal semacam itu bersumber pada satu perkara, yakni perebutan kebenaran yang sebenarnya hanya berbeda cara kita memadang segala bentuk pergerakan sosial. Siapa yang benar dan siapa yang salah tervonis melalui seberapa banyak sekelompok orang mengatakan hal tersebut merupakan suatu kebenaran, yang salah akan kehilangan haknya (katanya). Istilah Ego kemudian muncul untuk menamai seseorang yang memenjarakan kebenaran pada dirinya sendiri. Seperti seorang Tuhan yang kebenarannya harus di akui semua pihak. Dan si kalah menjadi pengikut dengan sebutan Lemah (losser). Kata kalah menjadi neraka untuk beberapa pihak, namun tidak bagi penulis, mereka tidak sadar, bahwa kebenaran didapat dari ribuan kali kesalahan, jika tidak percaya tanya James Whatt :D



Penyebab utamanya adalah terletakpadi hati seseorang yang sombong dengan pengetahuan dangkalnya. Penyakit hati melanda orang bodoh.

Kebodohan menyebabkan gunung terlihat begitu kecil. 


Dunia ini tidak sesempit itu kawan, perdebatan menghasilkan kalah dan menang, namun diskusi menghasilkan kebenaran. Perdebatan mempunyai tujuan menjatuhkan dan mencari pembenaran, tapi tidak dengan diskusi. Win-win solution tidak akan menjadi pilihan ketika terjadi kesenjangan yang melahirkan inferior dan superior. Kesadaran bahwa kita mahluk sosialah yang nanti menjadi jembatan terjalinnya komunikasi antara dua kelompok atau lebih.

Mari lupakan kebenaran dan kesalahan, sebab istilah tersebut merupakan proses yang terus berputar. Bebaskan pikiran dan hati untuk menerima dan mengerti pendapat orang lain, berkomunikasi dengan baik akan menjadi menganut ramaisme yang baik pula

Salam super :D

Jumat, 03 Januari 2014

Tahun baru : target baru

Hari ini matahari terlihat seperti biasa, walau angka di kalender nampak berbeda pada tahun, selamat tahun baru masehi saudaraku. Semoga tahun ini, kita dapat memberi hal yang lebih kepada dunia, fokus yang leih, harapan yang lebih, keringat yang ebih, kejujuran yang lebih, ketaatan yang lebih dan kebaikan-kebaikan yang lebih.
Biasanya, tahun baru adalah awal untuk segalanya, harapan, doa, cita-cita, keinginan dan tujuan-tujuan yang memebawa kita pada hal yang belum pernah kita rasakan. Sebagian besar orang, berkumpul pada satu tempat yang lapang, menunggu tengah malam untuk merayakan tutup tahun, dan menyambut awal matahari yang baru.
Lalu, jika setiap orang mempunyai harapan, apa harapan prof pada tahun ini..? :D
pada buku besar bangsa rama kuno bab kehidupan dan berhidup, tahun baru inca biasanya ditandai dengan adanya evaluasi dan tujuan-tujuan baru berdasarkan hasil evaluasi tahunan. Hal ini menambah kedewasaan masyarakat pada angsa rama kuno, dimana setiap tahun selalu ada kemajuan dari tahun sebelmnya, berdasarkan target-target yang dimusayawarahkan bersama.
Lalu, dimana kembang api dan pestanya.., this not my cultur.  Hukum adat mengatur kearifan lokal, menjaga dan menstransfernya kapada generasi seterusnya. Nilai-nilai yang menjadi dasar untuk bersikap. kebiasaan hedonis, matrealis, apatis dan profokatif bukanlah nilai yang harus ditanamkan. ect