Home

Kamis, 21 Maret 2013

abstrak skripsweet


RAMA AULIA EKAPUTRA H0406064 “EFEKTIFITAS KEPEMIMPINAN ORGANISASI DI LIHAT DARI PERSPEKTIF ETIKA KOMUNIKASI”. Di bawah bimbingan Ir. Sutarto, MSi selaku Pembimbing Utama dan Agung Wibowo, SP, MSi selaku Pembimbing Pendamping. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Kelompok tani merupakan ujung pergerakan sektor pertanian di Indonesia. Lampung merupakan dearah sasaran transmigran dan pendatang dari seluruh nusantara, sebagian besar berasal dari Pulau Jawa. Terdapat banyak budaya serta karakteristik yang bercampur dalam suatu masyarakat pendatang. Penelitian ini mencoba menggali etika komunikasi dan efektivitas kepemimpinan didalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dengan mengambil studi kasus di Desa Trisnomaju Kecamatan Negrikaton Kabupaten Pesawaran Lampung.
Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji Budaya Organisasi, mengkaji Aliran Informasi, mengkaji penerapan etika komunikasi dalam efektifitas kepemimpinan serta mengkaji tingkat efektifitas komunikasi yang dilakukan pemimpin dengan anggota Gapoktan Desa Trisnomaju Kecamatan Negrikaton Kabupaten Pesawaran Lampung..
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian secara purposive yaitu di Desa Trisnomaju, Kecamatan Negrikaton, Kabupaten Pesawaran Lampung. Penentuan informan dan subyek dilakukan secara purposive dan snowball sampling. Jenis sumber data yang digunakan adalah informan, subyek dan arsip atau dokumen. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi, dan content analisis. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Komunikasi yang seringkali dilakukan adalah dengan secara informal, dengan pendekatan budaya untuk saling menghormati,maka etika komunikasi di organisasi Gapoktan berjalan cukup baik. (2) dengan mengedepankan komunikasi yang terbuka, jujur dan bertanggung jawab, kepercayaan diantara individu dalam organisasi dapat terjalin. (3) Aliran informasi berjalan secara kondisional dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pelaku komunikasi. (4) Efektivitas kepemimpinan tidak lepas dari baiknya komunikasi diantara stakeholder organisasi. Etika berperan dalam koordinasi dan menjaga stabilitas roda organisasi, dimana setiap orang saling mendukung satu sama lain

Sabtu, 02 Februari 2013

charlie chaplin : Talk Less Do More

Ada bagitu banyak kisah serta sejarah untuk dijadikan teladan, ketika bung Karno dengan semboyan jas merahnya, maka ketika itu pula sebenarnya beliau berkata bahwa dari sejarah bangsa kita dapat mengambil banyak pelajaran hidup. Bukan hanya sejarah bangsa prof kira, namun kisah-kisah hidup orang-orang dahulu memberikan kita pondasi bergerak. Beberapa literatur terkait dengan perubahan sosial salah satunya seorang tokoh bernama Ibnu Khaldun mengatakan bawa, sebenarnya perubahan sosial berjalan seperti pola-pola, salah satunya pola perubahan siklus, yang masih relevan dengan keadaan 100tahun terahir. Pola tersebut menjelaskan bahwa perubahan sosial berjalan seperti bola yang berputar. Ketika dulu jaman orang tua kita trend dengan celana cutbrai, awal tahun 2004 pola tersebut kembali dalam bentuk yang bermacam-macam, ini merupakan bentuk dari perubahan sosial tersebut.

Bicara tentang perubahan sosial dan sejarah yang menaunginya, perubahan prilaku dan sikap masyarakat ahir-ahir ini kembali pada jaman jahiliah, penuh dengan jual beli janji politik, seperti iklan sabun atau kecap yang selalu no satu, tapi tetap saja hanya sebatas isapan jempol. Hal ini tentu saja sempat menjadi sorotan iklan rokok dengan slogan Talk less do more.

Kembali pada awal tahun 1990, seorang remaja asal Inggris dengan latar belakang kehidupannya yang berantakan, mencoba membuat jenis komedi yang tidak biasa, auto-kritik kepada orang-orang yang menjual janji-janji manis kepada masyarakat. Beliau tidak melakukan percakapan, hanya gerak yang khas ala seorang komedian, kemudian menjelma menjadi sosok yang berpengaruh dalam industri perfilman saat itu. Beliau adalah Sir Charles Spencer "Charlie" Chaplin, atau lebih dikenal dengan nama Charles/Charlie Chaplin. Sampai sekarang, filmnya animasinya masih tayang disalah satu stasiun tv swasta.

Film bisu Charlie adalah pelajaran berharga jika kita menelaah lebih dalam -sedikit dalam juga boleh-, bahwa tanpa berkata seseorang mampu menggerakan lautan manusia untuk ikut tertawa bersama, ikut hanyut beberapa saat dan pengaruh dari apa yang dia lihat. Charles bukanlah simbol perlawanan dan perjuangan pergerakan sebuah negara terhadap tirani, tapi kita dapat mengatakan bahwa Charles merupakan simbol dari selogan talk less do more.

Para pemimpin, elit politik, masyarakat yang memimpin dirinya sendiri, tanpa adanya konseptual, skrip-skrip serta wacana-wacana propaganda hendaknya mengambil sikap yang sepontan terkait dengan permasalahan sosial dilapangan. Sekarang dengan budaya kerja yang terkesan asal-asalan, seharusnya malu terhadap generasi terdahulu, dimana hasil dan nilai kehidupan dapat saling berdampingan.

Bukan jamanya lagi berwacana, baik dilapangan maupun dimedia sosial, pergerakan yang nyata tanpa banyak bicaralah yang dilakukan selarang. Siapapun kita mampu menjadi pioner penggerak, apapun latar belakangnya, bukankah Charles juga dari latar belakang yang sama hancurnya, apakah kita lebih buruk dari pada beliau, kita dapat menjawabnya sendiri.

Tulisan ini bukan propaganda, namun sedikit mengajak agar kita berfikir kemudian mempertanyakan kepada diri kita sendiri. Sudah sejauh mana kita bergerak dalam sosial bermasyarakat, ikut menjaga tradisi budaya yang baik atau ikut arus hura-hura pasca reformasi. Ketika Soekarno berkata "berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan menggoncang dunia", maka sejatinya pemuda adalah kekuatan terbesar suatu kelompok. Bukan hanya tanaganya yang masih dibilang dalam masa produktif, namun dalam segala bidang pemuda mampu mengubah pandangan dunia, lihat kelompok-kelompok sosial kelas dunia, green peace yang ikut ambil bagian dalam perubahan iklim atau Act yang sekarang bergerak kedalam negara-negara konflik. jika kita masih berdiam diri, ikut dalam kesenangan pribadi, nyaman didalam goa bersama arus budaya acuh ini, maka lihatlah, moderenisasi kacau akan menggerus mencuci pemikiran kita.

Kita adalah bagian dari masyarakat, ketika kita diam terhadap sesuatu yang salah, maka kita secara tidak langsung ikut mendukung pergerakan tersebut. Ada banyak cara untuk ikut dalam basis-basis pergerakan, apapun itu, jika dilakukan dengan cara yang benar, semoga mendapatkan hasil yang baik.

aku udah ini kok

j

Minggu, 21 Oktober 2012

skripsweet

setiap malam, walau tanpa bintang dan bulan
berteman gelap, asap mengepul, jari di atas keybord, kepala mendongak ke atas tanda otak sedang berpikir...
mahasiswa tingkat akhir berteman sepi, skripsweeet..

assalaamu'laikum wr wb
selamat siang dan sejahtera di siang yang hampir hujan, matahari sedikit malas hari ini untuk keluar dari singgasananya.., dan saya, prof dari suku bangsa ramaisme kuno kembali ke peradaban, untuk mencerahkan hati yang gelap, membongkar pemikiran feodal, menghujam mitos dengan lgika kebenaran...
hahahahaa :D