Home

Minggu, 20 Juni 2010

aritoteles dan manusia


Assalamu’alaykum kawan-kawan Prof…..
Dalam pembahasan kali ini kita akan mengupas tentang seberapa manusiakah kita…
Dalam tahap sebagai apa diri kita ini sebenarnya..

Tentu kita ketahui bersama bahwa manusia merupakan maklhuk paling sempurna di bandingkan yang liannya (hewa, tumbuhan dan mikroba). Namun apakah kita pernah berfikir mengapa manusia di daulat makluk yang paling sempurna….

Bagaimana dan kenapa……

Mari kita bahas bersama..

Pakar disiplin Ilmu komunikasi sperti mas Jalaludin Rakhmat atau Mas Muhammad mufid sampai Abdullah Masmuh mengatakan bahwa manusia adalah hewan yang berkomunikasi. Berbeda dengan aristoteles yang menjadikan manusia sebagai hewan yang berfikir atau berakal budi (animal rationale)….

Lalu, apakah hewan seperti kuda, sapi, amoeba, kucing, tikus sampai tumbuh-tumbuhan juga tidak melakukan komunikasi seperti kita…??

Ciri khas manusia adalah berfikir, hewan dan tumbuhan tidak memiliki pikiran seperti manusia, atau yang lebih dikenal dengan akal. Hal ini untuk membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Aristotels memberikan tiga jenis mahluk hidup dengan roh yang tarafnya bertingkat-tingkat. Ketiga roh tersebut antara lain :
1. Roh Vegatatif (anima Vegetativa)
Merupakan roh yang paling rendah tingakatanya yang dimiliki oleh golongan tumbuh-tumbuhan. Fungsi roh vegetatif terbatas pada
>makan
>tumbuh menjadi besar
>berkembang biak

2. Roh Sentif (anima sensitiva)
Roh ini dimiliki oleh kaum hewan. Sehingga binatang memiliki roh vegetaif dan sensitif.binatang selain menjadi besar dan berkembang biakjuga mempunyai perasaan, naluri dan nafsu sehingga mampu mengamati, bergerak dan bertindak.

3. Roh Intelek (anima inteletiva)
Roh intelek di miliki oelh anak Adam, taraf yang paling tinggi. Sehingga manusia memiliki ke-tiga anima atau roh. Karena memiliki roh yang lengkap itulah manusia menjadi besar, berkembangbbiak, bernafsu, bernaluri, bergerak, bertindak juga berpikir. Dengan berpikir inilah manusia mempunyai kesadaran. Sadar apa yang harus diperbuat, sadar apaynag tidak boleh dan boleh dilakukan.

Dari yang sudah ada dari ketiga jenis roh, kita termasuk dalam tingkat yang mana,.
Jika kita masih belum bisa membedakan baik buruknya sesuatu, atau yang seharusnya di lakukan dan tidak…
Maka kita masih pada tingkat anima sensitiva…..

Senin, 24 Mei 2010

kepemimpinan astabrata


Tatkala Berata menyusul kakaknya ke dalam hutan,Rama mengajari adiknya tentang sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang raja.Berata ditugasi menduduki tahta kerajaan Ayodya,manakala Sri Rama melaksanakan perintah raja Ayodya dibuang ke hutan karena sumpah sang ayah.
Dan ajaran Asta Brata ini pula diajarkan kembali kepada Wibisana ketika akan menduduki tahta kerajaan Alengkapura,menggantikan kakaknya Rahwana .Syarat-syarat yang diajarkan itu terkemal dengan nama Asta Brata.
Asta Brata sendiri dikutip dari Manawa DharmaSastra (Kitab Hukum Hindu),dan dari kisah Wira Carita Ramayana mengartikannya sebagai delapan sifat yang menjadi landasan untuk bertindak sebagai seorang raja.Di Bali dan di Indonesia pada umumnya uraian Asta Brata ini dikenal melalui kekawin Ramayana atau serat Rama di Jawa.
Sifat seorang raja adalah terhimpunnya delapan sifat dewa kahyangan,sehingga raja sangat berwibawa.Penggambaran sifat raja semacam ini juga ditemukan dalam kitab Negara Kertagama karya pujangga besar Mpu Prapancadi Majapahit pada masa Prabu Hayam Wuruk.
Adapun kedelapan sifat dewa yang digambarkan dalam Asta Brata itu meliputi :
1).Indra Brata,2).Yama Brata,3) Surya Brata,4).Candra Brata,5) Bayunila Brata,6)Kuwera Brata,7).Baruna Brta,8). Agni Brata.
Seorang raja (pemimpin) itu harus dapat mencerminkan sifat-sifat :

1. Indra Brata,
beliau sebagai dewa hujan.Pemimpin hendaknya mampu menciptakan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyatnya.
2. Yama Brata,
dewa penegak kebenaran. Pemimpin hendaknya tidak pilih kasih dalam menjatuhkan hukuman bagi rakyatnya.
3. Surya Brata,
beliau memberikan penerangan menyeluruh dan merata.Pemimpin harus tegas dalam mengambil suatu keputusan dan selalu bertindak persuasif,serta dapat memberi pencerahan kepada rakyatnya.
4. Candra Brata,
bersifat menyejukan,tenang,dan lemah lembut.Seorang pemimpin mampu menyenangkan hati bagi rakyatnya.
5. Bayunila Brata,
beliau berifat angin yang dapat memasuki semua tempat.Pemimpin itu senantiasa mengayomi rasa aman dan bertanggungjawab secara transparan.
6. Kuwera Brata,
dewa pemurah hati pemberi kekayaan atau dewa uang. Pemimpin mampu mengelola sumber kekayaan alam untuk kesejahteraan seluruh rakyat.
7. Baruna Brata,
dewa penguasa laut dengan senjata Nagapasanya.Pemimpim minimal memiliki pengetahuan yang luas untuk mengikat semua pendapat,dan secara cepat menyimpulkannya.
8. Agni Brata.
Dewa api,sifat api ganas tak pandang bulu.Seorang pemimpin selain dapat membangkitkan semangat seluruh rakyat untuk membagun,juga berani menghadapi setiap tantangan dan selalu dapat mengatasinya.Kalau berperang selalu dipihak yang menang.

Asta Brata ini dapat kiranya dijadikan petunjuk dan dasar pengelolaan manajemen terutama manajemen hubungan antar personal (human relation),dalam usaha mencapai suatu tujuan,tanpa mengabaikan rasa kemanusiaan dari semua pihak baik pemimpin maupun yang dipimpin. Melihat keberadaan ajaran Asta Brata ini digubah ribuan tahun dan merupakan hasil pemikiran yang sangat tinggi dari Guru Besar ( Begawan) pada masanya, dan kini diwarisi kepada kita sekalian

sumber :
oleh: gustibendesa
Pengarang: Bantas; Cs
http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/1969631-sudah-saatnya-beralih-ke-kepemimpinan/

diskusi tanpa aksi = bualan

pulau jawa merupakan letak d mana ibukota berada. Kemajuan teknologi, informasi serta pendidikan di jadikan acuan oleh sebagian kota-kota besar di luar pulau jawa.
Sebut saja Jakarta, Jogjakarta, Surakarta dan Bandung yg bisa di lihat dari pelajar-pelajar di intitusi dg berbagai daerah yang turut serta.

Potensi kemajuan yang kami miliki lebih dari apa yang di miliki "polisi dunia" skarang. Berbagai sumber daya kami ada, dari alam maupun manusia.
Jika kami mau, kami bisa menjadi no 1 di dunia. Tapi kami terlalu pengecut untuk hal itu.

Kami lebih baik memperkaya diri untuk anak cucu kami, tp kami selalu peduli dengan masyarakat yang mengalami busung lapar dalam diskusi di kampus-kampus, seminar dan obrolan di meja makan mewah kami sembari memakan daging bakar dan segelas jus segar.

Kami juga bersedih dengan korban-korban bencana alam yg menimpa saudara-saudara kami di berbagai daerah..,
ya. . , smoga mereka tabah dan di beri kesabaran oleh Tuhan Y.M.E. . .

Sembari FBan dan merokok di dpan rumah., kami bercerita tentang tetangga kami yang baru di PHK, tetangga kami yang terkena imbas penggusuran serakahnya pembngunan kota yang buta.. ..

Smoga mereka tabah ya. .

Bullshit.,
diskusi tanpa aksi = bualan

Jumat, 21 Mei 2010

wujud memiliki

"self of belonging"
ahaa. ,
banyak cara untuk mengungkap kan rasa memiliki kepada sesuatu.,
tapi sedikit ide untuk melakukan nya. . ,
atau mungkin enggan untk mengungkap kan dengan tindakan ?

Bersambung. . .

Sabtu, 24 April 2010

hangatnya keluarga ramaisme

kawan-kwan semua...
prof ingin sedikit bercerita bagaiman prof dan keluarga bisa hidup tenang walau tak punya uang.....
kebersamaan selalu mengiringi setiap langkah kami...dari hal yang kecil sampai yang besar...

hal yang kadang kacil jika bersama-sama akan menghasilkan makna yang berbeda...
contoh saja ucpan selamat pagi..., makan bersama dengan saudara dengan satu tempat...
atau sedikit memberi kejutan di hari ulang tahunnya...
semua dalam bentuk kasih sayang...dengan komunikasi yang lembut serta dengan hati...
saling berbagi dan mengisi....

sohlat berjamaah..diskusi dan berbagai kegiatan yang dikerjakan secara brsama-sama..
canada tawa tak lepas dari kehidupan kami..saling menghormati bukan suatu batas tebal untuk kami untuk saling mengejek ringan....

tempatkan sesuatu pada tempat yang benar...pasti ada senyum disana...

sekarang jarak yang jauh..., karna sekarang prof sedang meneruskan kuliah sedang belui dan bebrapa saudara tinggal di gubuk kami yang jauh disana.
namun jarak itu membuat kami bertambah erat...komunikasi selalu di jaga diantara kami...

para ramaisme..mari...
ungkapkan rasa sayang kita kepada saudara dan orang tua kita...
dengan kecupan atau yang lain . . . .

Selasa, 30 Maret 2010

beberapa larangan dalam hidup

untuk semua yang mengikuti blog ramaisme....
prof ingin menyampakan sesuatu yang penting...

dalam kehidupan prof, ada bebrapa janis sifat manusia yang harus di hindari ;

1. seorang yang pesimis.
"mutungan" jenis orang seperti ini sangat bertolak belakang dengan prof.
tindkan yang tidak bermanfaat dan membuang-buang energi, karena energinya hanya
unutk menyesal dan
marah-marah.... menyelesaikan semua masalah dengan perasaan galau
bukan dengan pikiran bersih
jika energi unutk mutung, menyesal dan marah itu di
manfaatkan unutk mencari solusi akan lebih bermanfaat...

2. dolar oriented
artinya segala sesuatu dinilai dengan uang, matrealistis dan kemersialis.
bila perlu teman, saudaranya juga di jual demi uang.
Prinsip orang seperti ini biasanya
"semua yang didunia tidak ada yang geraris". ini merupakan tindakan diluar jalur
yang prof ajarkan sebelumnya, tentang hidup dan cara menjalaninya.....

3. orang jahil
jahil di sini bukan di artikan jail orang yang nakal dalam pergaulan yang suka
ngerjain orang karna becand dengan kawan, melainkan karna seorang tersebut
memeras kaum bawah. kaum ramaisme adalah pembela kaum bawah..
mereka adalah saudara kita...,

4. Berlebihan.
Dalam beberapa pengertian, berlebihan di sinonimkan dg "meng-hiperbola-kan" sesuatu. Artinya dalam menjalani hdup alangkah baik nya jika tdak berlebhan dalm menanggapi suatu masalah. Karna sifat smacm ini akan membunuh ide-ide cemerlang kita untk menyelesaikan masalah. .

Berusaha dan jalani hdup dg maksimal saja. ,
serahkan hasil kepada Allah.

it doesn't metter

Saya melihat beberapa kawan mengeluh tentang hidup yang di jalaninya.....
Tentang istri-istri mereka, pekerjaan, tentang gaji, tentang anak-anak ydengan biaya sekolah tinggi, tentang naiknya harga BBM, tentang kuliahnya dan beberapa permasalahan hidup lainya.
Latar belakang kehidupan mereka pun beragam, dan umumnya bisa di bilang kelas menengah ke-atas. Kadang apa yang mereka keluhkan tidak sebanding dengan apa yang seharusnya mereka jalani. Persoalan kecil bisa di anggap “wah” dalam paradigma mereka artinya pemikiran mereka sendiri yang menekan diri sendiri, cara mereka berfikir membunuh diri sendiri. Permasalahan seperti terlambat, listrik mati dan bocornya pipa PAM dan lain sebagainya adalah sesuatu yang wajar, namun jika kita sudah men-“just” atau mensugesti pikiran kita bahwa hal tersebut merupakan peristiwa dan masalah yang besar, maka energi kita akan habis memikirkan masalah yang seharusnya biasanya saja sebelum memmikirkan solusi untuk memperbaiki nya. Berapa banyak energi kita di habiskan untuk menyalahkan atau sekadar marah-marah kepada karyawan, teman atau rekan kerja ??
Bagaimana jika kita energi tersebut kita gunakan untuk mencari solusi....??
Dan evaluasi di laksanakan setelah semua selesai...,
Segala sesuatu tergantung bagaimana kita memikirkan dan memaknai sesuatu.